A traditional santriwati wakes up at 4 AM for qiyamul lail . A santriwati with a pacar wakes up at 4 AM to take the "perfect morning glow selfie" before the ustadzah conducts dorm inspections.

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang santriwati—gadis yang menghabiskan hari-harinya dengan mengaji, menghafal Al-Qur’an, dan hidup di bawah aturan pesantren yang ketat—namun di sisi lain merasakan getaran hati yang sama seperti remaja seusianya? Fenomena mungkin terdengar kontradiktif, namun perlahan menjadi kenyataan yang semakin lazim di kalangan generasi muda pesantren saat ini.

For those who have graduated or are in more liberal settings, the focus shifts to "Halal" dating.

Dari sudut pandang pesantren, larangan pacaran bukan sekadar aturan tanpa dasar. Pacaran dipandang sebagai perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan dapat mendekati zina. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 32:

Navigating Love and Identity: The Story of a Santriwati with a Pacar

Dressing modestly is a crucial aspect of being a Muslim woman. Choose clothing that covers your aurat (sensitive areas) and avoid revealing outfits that may attract unwanted attention.

Watch Islamic content, such as lectures, sermons, or Islamic dramas, that can help you stay connected to your faith and provide guidance on relationships.

Fenomena ini juga ditemukan pada alumni santriwati yang tadinya—saat di pondok—mengenakan rok panjang dan long dress , tetapi setelah menjadi mahasiswa mulai mengenakan pakaian yang lebih fashionable , seperti celana, hijab yang diangkat (tidak lagi terurai ke bawah), bahkan pakaian yang sedikit lebih ketat. Bukan karena ingin melanggar syariat, melainkan karena faktor dan keinginan untuk tidak terlihat “asing” di tengah pergaulan.